Kenapa makanan kemasan bikin kalori bocor
Oleh Dzulfikar · · 1 menit baca
Percobaan yang jadi omongan
Kevin Hall dkk. (2019) mengunci 20 dewasa di ward metabolik selama sebulan. Dua minggu mereka diberi menu ultra-proses, dua minggu menu minim proses; kedua menu sengaja dicocokkan komposisinya dan peserta bebas makan sepuasnya. Hasilnya: di fase ultra-proses mereka makan sekitar 500 kkal lebih banyak per hari, naik sekitar 0,9 kg. Di fase minim proses, turun sekitar 0,9 kg.
Kenapa bisa begitu
Makanan ultra-proses biasanya padat kalori, cepat habis dikunyah, dan rasanya dirancang susah berhenti. Bukan 'racun', tapi gampang membuat kalori berlebih tanpa sadar. Versi Indonesia-nya: snack kemasan, biskuit, roti manis, minuman kemasan manis, dan mie instan yang dimakan apa-apanya.
Coba ini
- Ganti satu snack kemasan per hari dengan buah atau telur rebus.
- Masak sederhana di rumah: telur, tempe, sayur, nasi.
- Belanja dengan daftar supaya baris snack tidak ikut masuk keranjang.
- Kalau beli kemasan, pindahkan ke mangkuk dulu, jangan makan dari bungkusnya.